Tahun ini, Indonesia akan mengadakan hajatan besar sepakbola. Hal tersebut terkait akan datangnya beberapa tim besar dunia seperti Chelsea, Arsenal, Liverpool, dan Timnas Belanda. Laga ini pastinya sudah sangat dinanti-nantikan oleh para pecinta sepakbola di seluruh penjuru nusantara.

Selain rasa bahagia dalam menyambut event tersebut, rasa khawatirpun juga menghinggapi ketua umum PSSI, Djohar Arifin. Djohar menyatakan jika dia merasa khawatir karena ulah suporter Indonesia yang anarkis ketika Pra Piala Asia bisa mengakibatkan tidak jadinya rencana kedatangan beberapa tim besar Eropa ke Indonesia.

Sebagaimana yang sudah diketahui, di dalam putusannya, AFC menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar USD 15.000 atau setara Rp 146 juta, kepada PSSI. Hal tersebut dikarenakan para pendukung Indonesia melempar botol di dalam stadion saat menjadi tuan rumah laga melawan Arab Saudi, 23 Maret 2013 lalu. Tidak hanya itu, mereka pun juga menyalakan kembang api di dalam stadion. Dan ini adalah tindakan yang memalukan.

Karena tindakan yang sangat memalukan tersebut, sebagai konsekuensinya Indonesia menjadi sorotan dunia Internasional. Dengan adanya peristiwa ini, bisa mengakibatkan terjadinya pembatalan kehadiran tim-tim Eropa ke Indonesia. Dan laga yang paling dekat yaitu kedatangan tim nasional Belanda pada 7 Juni 2013 mendatang.

“Kita sebentar lagi akan kedatangan tim nasional Belanda, tim-tim elit kelas dunia, Eropa, dan tim-tim nasional lainnya. Dengan adanya insiden tersebut bakal sangat membahayakan karena bisa mengurangi minat mereka untuk datang ke Indonesia,” ujar Djohar.

Berkaca dari insiden yang sudah terjadi itu Djohar pun meminta kepada para suporter Indonesia untuk bersikap lebih dewasa. Pasalnya, nama baik Indonesia di dunia persepakbolaan Internasional menjadi taruhannya.

“Saya mohon dengan sangat kepada para penonton, terlebih untuk laga menghadapi tim nasional Belanda nanti. Pasalnya laga tersebut disiarkan di seluruh dunia, di Belanda, dan di Eropa. Maka dari itu tunjukkanlah jika supporter Indonesia adalah supporter yang baik. Tunjukkanlah kepada dunia jika Indonesia tempat yang aman untuk tim-tim luar berlaga di Indonesia,” tutupnya.