Thiago Alcantara punya alasan lain sehingga memutuskan untuk dapat tergabung bersama dengan Beyern Munich. Bukan hanya karena Pep Guardiola yang menjadi alasannya untuk tergabung berama dengan skuat Bayern Munich, namu juga karena ia ingin ganti dengan atmosfer baru setelah dirinya selama delapan tahun tergabung dalam skuat Barcelona.

Kesepakatan antara Bayern dan Barcelona tentang transfer Alcantara telah terjalin sejak beberapa hari yang lalu. Pemain lulusan dari La Masia yang kini berusia 22 tahun akan segera menandatangai kontrak kerjasama dengan FC Hollywood dengan durasi waktu selama empat tahun.

Pemain tersebut nampaknya telah berada di Munich untuk selanjutnya akan elakukan tes medis sehingga pda akhirnya ia akan esmi diperkenalkan sebagai salah satu punggawa dari Bayern Munich kepad media yang ada disana agar tak menimbulkan rumor lainnya. Batern nampaknya akan memberikan pemain tersebut jersey dengan monor punggung enam yang akan ia kenakan aat bertanding membela skuat Bayern.

Alcantar namaknya turut merasa gembir dengan kebrhasilan transfer dirinya. Hal tersebut karena spekulasi selama ini tentang masa depannya telah terjawab dan juga sekaligus menjawb dari ketertarikan klub lain yang juga meninati dirinya, Manchester United.

Si pamain nampaknya telah memikirkan perihal transfer dirinya untuk segra hengkang dari Barca, klub yang telah sejak 2005 ia lakoni. Saat itu Alcantara masih belajar di dalam akademi La Mesia selama tiga tahun, sebelum dirinya tergabung dalam tim utama pada tahun 2009.

“Saya telah memikirkan hal ini sejak lama, bahwa saya akan bergabung dengan Barca hingga musim lalu, sedangkan untuk musim depan saya akan bergabung dengan klub lainnya,” ujar Thiago.

Keputusan yang telah dibuat oleh Alcantara nampaknya menjadi keuntungan untuk Bayern. Setelah selasai Piala Eropa U-21, Alcantar telah dihubungi oleh Pep dan saat itulah Alcantara memutusan untuk dapat hengkang dari Barca dan menjadikan kesempatan untuk Bayern sehingga dapat mendatangkan si pemain dalam klubnya.

Alcantara memang mengalami kesulitan saat mengambil keputusan karena menurutnya Barca sudah seperti rumah untuk dia namun tetap saja ia membutuhkan suasana yang baru.