Dortmund. Tak sama dengan sosok pelatih pada umumnya yang gemar akan menuai kemenangan dalam pertandingan dan benci terhadap kekalahan. Salah satu manajer yang satu ini yaitu Jurgen Klopp malah menuturkan bahwa dirinya lebih bersyukur terhadap timnya, yaitu kubu Borussia Dortmund yang harus menerima kekalahan dari lawannya yaitu Bayern Munich di dalam pertandingan di partai final ajang Champions League pada musim yang lalu.

Memang dapat dikatakan aneh karena lain dari pada yang lainnya, akan tetapi sag manajer sendiri mempunyai alasan bahwa kemenangan di dalam pertandingan pada waktu itu telah emmberikan kejutan yang tak dapat diprediksi, karena hanya akan menimbulkan masalah yang cukup besar bagi timnya tersebut. persoalan yang dimaksud yaitu berupa menjamahnya penyakit “puas” yang akan menjadikan malas para pemainnya utnuk mengembangkan sebuah potensi yang paling baik.

Tampilnya dari kubu  Die Schwarzgelben di dalam pertandingan di partai final di ajang Eropa yang paling prestisus pada musim yang lalu tersebut, tak heran bila hal itu dapat mengejutkan banyak pihak. Terlebih lagi sebelumnya bahwa  skuad Dortmund yang sempat diperkitrakan tidak akan selamat dari laga di babak penyisihan grup yang berisikan tiga raksasa seperti Real Madrid, Manchester City dan juga Ajax Amsterdam.

Akan tetapi hal yang terjadi di dalam lapangan, kubu Dortmund mlah menjadi kandidat yang terus melaju hingga partai puncak, dengan menumbangkan sejumlah klub yang menjadi lawannya termasuk kubu Los Blancos yang dijadikan sebagai kandidat meraih jawara. Kendati demikian bahwa klub tersbeut tetap pupus di tengah jalan setelah kalah dengan skor 2 – 1 saat berhadapan dengan seteru domestiknya yaitu kubu Bayern Munich.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Klopp terhadap Bild pada hari Senin 8 Juli 2013 bahwa dirinya sama sekali tak merasa depresi atas kekalahan tersebut yaitu saat berlaga dengan kekalahan dialami oleh Dortmund dalam partai final Champions League sebagaimana yang mungkin dapat diprediksi. Sebuah kemenangan kemungkinan hanay akan membawa sebuah permasalahan di dalam klub yang dinahkodainya.