Steven GerrardKapten Liverpool, Steven Gerrad kembali melontarkan pujian untuk Jamie Carragher yang sudah memutuskan untuk gantung sepatu di akhir musim ini. Gerrard menganggap jika Jamie Carragher sama baiknya dengan para gelandang hebat dari Italia, yaitu Fabio Cannavaro dan Alessandro Nesta.

Carragher yang saat ini sudah berumur 35 tahun sudah bermain dalam laga terakhirnya untuk The Reds dalam laga yang dimenangkan oleh Liverpool atas QPR dengan skor 1-0 di Anfield pada hari Minggu kemarin. Dia memutuskan untuk gantung sepatu setelah 16 tahun berkarir bersama The Reds.

Masa emas Carragher bersama Liverpool yaitu saat mencapai  final Champions League pada tahun 2005 dan tahun 2007. Pada laga tersebut mempertemukan antara Carragher dengan Fabio Cannavaro dan Alessandro Nesta ketika sukses meraih gelar juara Champions League pada 8 tahun lalu.

Steven Gerrad pun menyebutkan jika Carragher merupakan salah satu pemain bertahan terbaik di Eropa. Dan dia pun layak disejajarkan dengan pemain seperti Terry, Ferdinand, Nesta dan Cannavaro. Steven pun menyatakan jika Carragher mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki oleh pemain-pemain lainnya dan dia akan memberikan semua yang dipunya demi kesusksesan dan meraih trofi untuk tim.

“Menurut saya dari tahun  2004, tepatnya untuk tiga atau empat tahun, dia merupakan pemain bertahan terbaik di Eropa.” kata Steven.

“Apabila kamu menyebutkan nama-nama gelandang yang terbaik, seperti Terry, Ferdinand, Nesta dan Cannavaro maka Jamie Carragher bakal duduk dengan tenang di antara nama-nama tersebut. Hal tersebut adalah suatu kehormatan untuk seorang pemain yang memilikinya ada di belakangmu,” tambahnya.

“Di dalam dirinya, dia mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki oleh pemain-pemain sepakbola lainnya. Dia bersedia menggunakan apa yang ada padanya sampai batas akhir . Dia pun juga bersedia melakukan apa saja untuk memenangkan di setiapn laga  sepakbola,” pungkasnya.

Akan tetapi, sangat disayangkan walaupun berhasil membantu Liverpool memenangkan trofi Liga Champions, Carragher belum pernah satu kalipun merasakan manisnya trofi Liga Inggris sejak era Premier League.