Alberto Aquilani mengatakan bahwa saat ini Fiorentina mulai melakukan bidikan untuk dapatkan scudetto. Namun Aqulani sendiri paham akan sulitnya memperoleh hal tersebut. sesuatu yang tak mudah ntuk dapat dicapai.

Fiorentina menjadi klub yang berhasil finis pada posisi keempat di musim lalu. Mereka sempat dijadikan salah satu kandidat dari Italia untuk berlaga di Lga Champions musim 2013/2014 namun nampaknya mereka harus puas dengan berlaga di Liga Europa.

Menyambut musim yang baru, kini La Viola mulai berbenah. Meskipun mereka telah kehilangan Stevan Jovetic dari skuatnya karena bergabung dengan Manchester City, beberapa pemain baru berhasil didatangkan oleh Fiorentina. Aquilani menyatakan bahwa saat ini klubnya telah punya cukup amunisi.

Para pemain baru yang kini telah tercatat sebagai pemain Fiorentina adalah Massimo Ambrosini, Joaquin Sanchez, Mario Gomez, dan Josip Ilicic.

Aquilani menyatakan bahwa semua orang punya kesempatan untuk dapat berbicara tentang scudetto, namun ia juga mengku bawa mungkin klubnya terlalu sering membicarakan tentang hal tersebut.

“Scudetto bukan suau hal yang mudh untuk dapt dicapai, dan saat ini klub hanya harus bermain dengan konsisten sepanjang musim digelar. Klub juga telah melangkah dengan benar pada bursa transfer musim panas ini.”

Catatan yang dimiliki leh Fiorentina spanjang sejarh ini adalah dengan berhasil menjadi juara di gelaran Liga Italia sebanyak dua kali. Mereka berhasil mencatat hal itu pada tahun 1956 dan juga 1969.

La Viola pernah berada pada posisi yang dinilai sangat dekat dengan Scudetto pada musim 1998/1999. Saat itu Firentia mampu memimpin klasemen dalam waktu yang lama, dengan dukungan dari Gabriel Batistuta yang bermain dengan sangat cemerlang dan impresif. Namun kemudian si pemain mengalami cidera dan harus absen dalam waktu yang cukup lama sekitar lebih dari satu bulan.

Cidera yang dialami oleh Batistuta menjadikan suatu petaka untuk Fiorentina karena klub harus kehilangan momentum dan pada akhirnya scudetto diperoleh oleh AC Milan. Fiorentina hanya mampu finis ada posisi ketiga di akhir musim.