Gagal dapatkan tiket ke kompetisi Liga Champions musim depan sangat di sesalkan oleh Fiorentina akhir pekan kemarin. Pasukan Vicenzo Montella gagal dapatkan tiket terakhir untuk menuju kompetisi level tinggi eropa itu setelah di laga lain AC Milan juga dapatkan kemenangan. Sandro Mencucci Direktur Umum dari Fiorentina jelaskan jika Fiorentina tetap sebagai pemenang dalam kompetisi Serie A musim ini sebagai posisi ketiga namun itu hanya di lapangan permainan.

Untuk yang di tabel klassifika Fiorentina hanya sebagai pecundang dengan posisi empat. Ucapan itu bukan untuk membenci kegagalan tim nya musim ini yang tidak berhasil dapatkan tiket lolos ke kompetisi Liga Champions eropa. Itu terlebih hanya kritikan keras dari Sandro Mencucci untuk AC Milan.

Sebab Sandro Mencucci menilai jika kemenangan AC Milan dalam setiap laga selalu dapatkan bantuan dari pengandil lapangan wasit. Termasuk laaga hidup mati akhir pekan kemarin saat AC Milan menang dengan bantuan gol penalti yang berhasil di selesaikan dengan baik oleh Mario Balotelli.

Fiorentina sendiri hanya dapatkan total perolehan poin sebanyak 70 sementara AC Milan 71 unggul satu margin di atas skuad Montella. Memang Fiorentina hampir gelar pesta saat pulang dari lawatan mereka ke Pescara setelah kemenangan hebat 5 – 1. Saat itu AC Milan masih tertinggal dari tuan rumah Siena dengan skor 1 – 0. Namun usai laga AC Milan lebih senang dengan kemenangan yang di dapatkan oleh Mario Balotelli dan kawan – kawan dengan skor 2 – 1.

Hasil kemenangan besar dari Pescara di laga terakhir Serie A menjadi tidak berarti besar ujar Sandro Mencucci. Namun skuad Fiorentina tidak ingin memberikan api untuk persaingan dengan AC Milan karena ulah wasit yang nakal imbuh Sandro Mencucci. Musim depan kami akan membuktikan lebih bagus untuk dapat lolos ke Liga Champions eropa.

Memang klub pantas untuk kecewa dengan hasil selama musim ini. Tapi Fiorentina masih dapat berlaga musim depan di kompetisi Liga Europa. Meski tidak sebagus Liga Champions eropa Sandro Mencucci optimis klub mampu berikan banyak kejutan di kompetisi kasta kedua eropa itu.