Akhir-akhir public memang tengah diramaikan dengan berita mengenai keinginan pemain Tottenham Hotspur  untuk hijrah ke Real Madrid. Namun, pihak Tottenham Hotspur  tetap tidak ingin melepas sang pemain karena Bale merupakan sosok yang penting bagi Spurs. Dan sebenarnya keinginan sang pemain tersebut sudah diketahui oleh Harry Redknapp yang merupakan mantan pelatih Tottenham Hotspur.

Nama Gareth Bale memang menjadi topik terhangat menjelang ditutupnya jendela transfer awal musim pada pertengahan Agustus ini. Pemain saya milik  Tottenham Hotspurs ini memang kabarnya ingin dijual ke Real Madrid.

Kabarnya pihak Los Blancos pun juga sudah mengajukan tawaran untuk sang pemain. Nilai transfer yang diajukan pun juga cukup fantastis yaitu sebesar

115 juta Euro atau setara dengan 1,5 triliun Rupiah.  Namun, sampai saat ini pihak Spurs belum memberikan respon terkait penawaran tersebut.

“Menurut saya, saat ini merupakan hal yang yang tidak mudah baginya untuk pergi. Saya memang sudah melihat jika dia ingin pergi sejak saya menjadi pelatihnya,” kata Redknapp.

“Dia memang tidak mengatakannya secara langsung. Namun saya mendengar hal tersebut dari berbagai sumber jika dia memang ingin hengkang saat ini,” tambah Redknapp.

Kemudian Redknapp pun memastikan jika keinginan Bale untuk bergabung ke Madrid merupakan pure keinginannya untuk bergabung di sebuah klub besar. Bukan karena kepentingan finansial semata.

“Saat Anda masih kecil dan Anda mulai bermain sepak bola, Anda pasti pernah memiliki impian untuk bergabung dengan klub sebesar Real Madrid. Saat saya masih kecil saya pun juga melihat Real Madrid dengan beberapa pemain andalannya seperti  Ferenc Puskas, Francisco Ento, Alfredo Di Stefano,” lanjut Redknapp.

“Saya tahu jika Real Madrid merupakan sebuah klub yang istimewa. Kesempatan untuk bergabung di Barnebeu cuma sekali seumur hidup. Tidak akan ada kesempatan lainnya. Hal tersebut seperti yang dikatakan oleh Zinedine Zidane,” pungkas Redknapp .

Saat ini Harry Redknapp sendiri merupakan pelatih Queens Park Rangers. Akhir musim lalu, QPR tidak berhasil bertahan di Liga Primer . Untuk itu mereka harus turun kasta ke Divisi Championship.