Kubu klub AS Monaco memang mendapatkan hasil yang kurang baik pada saat harus rela bermain imbang oleh Toulouse dengan skor imbang 0-0 di laga lanjutan Ligue 1 dini hari tadi. Manajer kubu klub AS Monaco yakni Claudio Ranieri mengungkapkan bahwa dirinya itu merasa kecewa karena skuadnya cenderung bermain sangat individualis pada babak ke dua.

Pada laga tersebut itu kubu klub AS Monaco sesungguhnya memang mampu mendominasi jalannya laga dan memiliki beberapa peluang berbahaya untuk bisa mencetak gol. Akan tetapi dengan ketidak tenangan dari para pemain depan tim tersebut itu dan di tambahkan sangat rapatnya lini pertahanan lawan maka membuat kubu klub AS Monaco itu tidak bisa mencetak gol  dan harus puas dengan mendapatkan hasil imbang tersebut itu.

“Di sepanjang babak pertama kami memang bermain sebagai tim di mana di sisi sebelah kanan, kiir dan semua lini memang berjalan seperti semestinya. Sedangkan pada babak ke dua para pemain ingin sekli menggiring bola dam mereka itu menginginkan untuk melakukan sesuatu yang istimewa dan ekstra dan melebihi dari kebutuhan tim.” Ungkap manaje ryang berasal dari Italia tersebut itu.

Pada laga itu jug kubu klub AS Moncao terpaksa harus bermain tanpa di saksikan oleh para fans lantaran menerima hukuman atas perilaku dan peristiwa yang terjadi pada akhir musim dengan adanya kembang api di sadion pada saat perayaan gelar juara Ligue 2 pada musim lalu dan manajer tersebut itu mengungkapkan bahwa ke tidak hadiran dari para supporter tersebut itu menjadi salah satu penyebab timnya itu tidak bisa bermain maksimal dalam laga tersebut itu.

“Tanpa adanya atmosfer dan juga para fans maka akan sangats ulit untuk bisa bermain apa yang sudah kami rencakanan sebelum laga di mulai dan karena para pemain yangs udah terbiasa bermain dengan mendapatkan banyak dukungan. Dengan itu maka tanpa kehadiran mereka itu memang segalanya akan terasa sulit. Mereka bisa saja membantu kami.” Tutup ungkapan dari manajer yang pada saat ini berusia 61 tahun tersebut itu.