Manchester, Keputusan yang telah diambil oleh pelatih Setan Merah Sir Alex Ferguson untuk mengakhiri kursi kepelatihannya di MU kelihatannya menjadikan banyak pihak merasa kehilangan sosok yang sangat dibanggakan di dalam klub. Walau sejatinya sudah lebih dari dua dekadelebih tepatnya 27 musim Fergie telah mendampingi Manchester United.

Para pemain Setan Merah pastinya merasa sedih karena keputusan yang telah diambil oleh manajernya tersebut yang usianya sudah 71 tahun tersbeut, mengingat banyaknya kenangan indah yang telah terukir secara bersama-sama. Akan tetapi ada satu pihak yang bersedih di luar klub dikarenakan menyesal karena menampik tawaran yang telah diberikan oleh lelaki yang berasal dari Skotlandia tersebut.

Paul Gascoigne yang merupakan playmaker legendaris timnas Inggris yang mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat menyesal akan keputusan yang telah diambil olehnya di musim 1988 lalu. Padahal pada waktu itu dirinya tinggal selangkah lagi baginya untuk menjadi salah satu bagian dari Old Trafford.

Lelaki yang berkelahiran Dunston, Gateshad Inggris 45 tahun silam tersbeut lebih memberatkan pilihannya untuk memantapkan hatinya terhadap keputusan untuk bergabung dengan The Spurs. Sekarang ini Gazza hanya mampu meratapi penyesalan lantaran dirinya tidak pernah merasakan diasuh oleh Fergie yang telah berhasil menyumbangkan sebanyak 38 titel bagi Manchester United.

Fergie sendiri sejatinya sempat mengungkapkan hal yang sama beberapa waktu silam. Penyesalan yang palingbesar yaitu gagal menghadirkan Gazza dari skuad Newcastle United. Akan tetapi justru Gazza yang sekarang ini menuturkan bahwa dirinya merasa penyesalan yang paling besar justru ada dalam dirinya.

“Dia (Ferguson) selalu katakan salah satu penyesalan terbesarnya adalah tidak merekrut saya, namun saya pikir yang terjadi saat ini adalah sebaliknya. (Saya menyesal) karena tidak memberi tanda tangan untuknya,” sesal Gazza, seperti dilansir Sky Sports.

“Saya telah menyaksikan sejumlah dokumenter mengenai apa yang telah dimenangi dan diraihnya. Hanya ada beberapa manajer yang saya inginkan melatih saya kala bermain dulu, dia jelas salah satunya, melihat apa yang sudah dijalaninya saat ini,” lanjutnya.

“Saya akan memiliki lebih banyak trofi di dalam lemari saya apabila bergabung dengannya. Itu adalah kesempatan besar. Dia tidak hanya bekerja dengan mereka saat di klub, tapi juga saat di luar. Pria ini sungguh luar biasa. Menyedihkan dan saya menangis ketika mendengar kabar ini. Sedih rasanya tidak akan menyaksikannya di pinggir lapangan lagi,” tandas Gazza.