Dalam laga terakhir Real Madrid melawan Granada berakhir dengan sedikit kemenangan. Real Madrid hanya mampu menciptakan satu gol pun untuk kemenangan Real Madrid. Dalam laga itu pelatih Carlo Ancelotti telah menggantikan Ozil dengan Casemiro.

Memasuki menit ke-65, Don Carlo mulai menarik Ozil ke luar lapangan untuk digantikan dengan pemain lain yaitu Casemiro. Don Carlo merasa peran Ozil sudah tidak memuaskan lagi dalam pertandingan itu.

Keputusan Carlo Ancelotti rupanya membuat pemain Timnas Jerman ini merasa kecewa. Sebagaimana diberitakan, Ozil mengekspresikan kekesalannya dengan membanting botol minum di lorong ganti. Dalam pertandingan itu sebenarnya ia masih ingin terus bermain untuk menciptakan gol lebih banyak lagi.

Dengan ditariknya Ozil maka muncul spekulasi baru, bahwa Ozil itu akan hengkang dari Santiago Bernabeu. Ozil kabarnya akan bergabung dengan Manchester United di kompetisi Liga Primer Inggris. Selain itu Bernabeu kian menyeruak menyusul potensi bergabungnya Gareth Bale yang kemungkinan bakal mengisi posisinya. Kedatangan Bale juga memaksa Madrid melepas salah satu pemain bintangnya demi mengurangi beban pengeluaran klub agar tidak mengalami pembengkakan dana.

Insiden ini sontak memunculkan spekulasi bahwa Ozil suda tidak kerasan lagi di Madrid. Pasalnya, sejak kedatangan Ancelotti, dia tak lagi memegang peran vital. Pada laga perdana kontra Real Betis di mana El Real menang 2-1, Ozil juga tidak bermain full. Ancelotti menariknya pada menit ke-69, digantikan dengan Angel Di Maria.

Di lain pihak isu ini menguntungkan untuk Manchester United, yang dikabarkan tertarik memboyong Ozil ke Old Trafford. Kebetulan, David Moyes juga butuh pemain baru dengan status bintang demi menjawab kritikan fans yang sejauh ini kecewa dengan kebijakan transfer eks pelatih Everton tersebut.

Jika Ozil dapat bergabung dengan Setan Merah maka MU akan lebih optimis lagi untuk mengarungi kompetisi Liga Primer. Selain itu mereka juga akan siap meladeni siapa pun yang akan berhadapan dengan Manchester United.

Real Madrid harus kembali mengevaluasi permainan para punggawanya, karena mereka ternyata hanya mampu mencetak satu gol ke gawang Granada.