Pada musim 2013/2014 Inter Milan hanya menjadi klub yang akan tampil di laga domestik saja, mereka akan absen dalam kompetisi Eropa. Namun hal tersebut menurut Walter Mezzarri merupakan sebuah keuntungan tersendi untuk timnya.

Inter hanya mampu finis pada posisi kesembilan pada klasemen akhir di Seri A. Sebagai konsekuansi atas kegagalan mereka harus absen dari kompetisi antarklub di Eropa. Kompetisi tersebut antara lain kompetisi Liga Champions maupun kompetisi Liga Europa.

Inter hanya akan berlaga pada Seri A dan juga Coppa Italia saja untuk musim 2013/2014.

Menurut Mezzarri bahwa hal tersebut adalah keuntungan, namun harapan dari Mezzarri sendiri adalah untuk dapat bekerja brsama dengan tim pada kompetisiantarklub di Eropa pada musim depan.

“Inter merupakan klub yang tak boleh tidur dari kompetisi Eropa,” katanya.

Mezzarri punya ambisi untuk dapat mengemblikan klubnya tersebut pada laga yang lebih kompetitif lagi di level teratas kompetisi antarklub. Ini adalah cita-cita Mezzarri bersama dengan Inter setelah klubnya itu harus terpuruk selama dua musim lamanya.

Menurut mantan pelatih dari Napoli bahwa dengan libur dari kompetisi Eropa memberikan dia banyak waktu sehingga Inter bisa memulai laga dari nol.

Apa yang dipikirkan oleh Mezzarri namaknya mengambil pengalaman yang didapatkan oleh Barcelona, klub catalan tersebut sempat mengalami masa-masa yang sulit namun kini mereka berhasil kembali pada masa-masa kejayaan.

Untuk membangun kekuatan baru dengan fondasi yang lebih kuat maka dibutuhkan waktu yang lama, dengan bekerja keras, dan juga memulainya lagi dan kini harus absen dari kompetisi Eropa, dan ini mampu menjadikan InterĀ  punya waktu yang lebih lama untuk mempersiapkan timnya pada musim mendatang.

Hal tersebut menjadikan Mezzarri punya pengalaman yang baru. Karena Mezzarri punya tugas untuk dapat mengembalikan Inter pada kejayaan seperti yang pernah dialami oleh Barcelona. Mengembalikan Inter pada kompetisi tertinggi di Eropa seperti yang seharusnya berada. Mezzarri punya tugas awal yang cukup besar sehingga membangkitkan Inter dari keterpurukan seperti dua musim terakhir.