Masa depan dari Roberto Mancini sebagai manajer di Manchester City pada saat ini sudah mulai di isukan mejelang musim ini berakhir. Manajer asal Italia itu merasa bahwa masa depannya itu tidak yakin bisa menangani City pada ke depannya itu akan aman meskipun mampu menyumbangkan trofi Piala FA.

Meskipun gagal untuk bisa mempertahankan gelar juara Liga Inggris pada musim ini, akan tetapi The Citizen mampu melaju ke partai final Piala FA pada musim ini. Mereka akan melawan klub seperti Wigan pada partai puncak nantinya yang akan di gelar di stadion Wembley pada akhir pekan nanti dengan tujuan untuk menjadi yang terbaik dalam ajang itu.

Andaikan pun berhasil membawa pulang  trofi itu, maka ini merupakan untuk yang ke tiga kalinyabagi Mancini sukses mempersembahkan trofi bagi kubu Manchester City. Pada sebelumnya manajer tersebut juga pernah menyumbangkan gelar Liga Inggris pada musim lalu dan juga titel juara Piala FA pada semusim sebelumnya.

Kendati pada akhirnya sukses untuk mendapatkan gelar jura tersebut, Mancini kemungkinan besar merasa tidak yakin akan posisinya sebagai manajer City itu aman. Sebabnya direktur sepakbola klub yakni Txiki Begiristain di kabarkan sudah melakukan pertemuan dengan manajer asal Malaga, yakni Manuel Pellegrini hingga isu pergantian manajer pun merebak meskipun sisa kontrak dari Mancini itu sendiri baru akan kadaluarsa pada bulan Juni tahun 2017 mendatang.

“Saya sudah mampu memenangi sbanyak tujuh trofi saat bersama Inter Milan dan mereka memecat saya setelah selama empat tahun lamanya saya menangani Inter Milan. Inilah sepakbola. Saya sudah cukup tahun mengenai sepak bola untuk mengerti situasi persis semacam ini.” Ungkap manajer asal Italia itu seperti yang telah di lansir oleh Sky Sports.

“Saya hanya ingin sebisa mungkin mengerjakan pekerjaan saya ini dengan sebaik mungkin, jika mungkin maka saya bisa memenangi terus piala untuk setiap mungkin dan itu merupakan sebuah target saya.”

“Pada saat ini saya sedang berada dalam kondisi dan situasi yang tidak sedang di mana saya menginginkan itu semua. Saya pikit sangat penting untuk sebuah klub mempunyai seorang manajer yang kemudian membuat sebuah keputusan mengenai tim.”