Manchester. Pergerakan yang dilakukan oleh skuad Manchester United di dalam jendela transfer pada musim panas kali ini memang dinilai sangat berbeda dengan geliatnya di beberapa musim yang lalu. Hal ini telah menjadikan pendukung dari kubu Setan Merah merasa gregetan akan hal tersebut.

Hal tersebut menjadikan pihak CEO di kubu The Red Devils yang bernama Ed Woodward menjadi terpojok dikarenakan pergerakan dalam melakukan negosiasi terhadpa peomain yang dinilai sangat lambat di dalam persoalan mengusung pemain.

Ed merupakan sosok CEO di klub yang dipilih oleh pihak klub dengan menjadi pengganti bagi posisi CEO yang sebelumnya jabatan tersebut diisi oleh David Gill yang emngambil keputusan untuk pensiun bersamaan dengan berakhirnya jabatan yang diduki oleh Sir Alex Ferguson sebagai amnajer di kubu The Red Devils.

Gill yang telah melakukan sebuah kerja sama dengan Fergie dalam kurun waktu selama 16 thaun tersebut, telah dikenal sebagai sosok CEO yang dinilai cekatan di dalam mengusung pemain ke Old Trafford. Telah terlihat bawha dari sejumlah pemain yang berkelas seperti Rio Ferdinand, Dimitar Berbatov dan juga sosok Cristiano Ronaldo yang telah berhasil dihadirkan di kubu Setan Merah tersbeut tak terlepas dari peran besar yang dilakukan oleh Gill.

Keadaan yang seperti ini dinilai sangat berbeda jauh pada waktu Woodward yang menduduki jabatan tersebut. pihaknya jstru malah kehilangan banyak pemain uncaran seperti Thiago Alcantara, Kevin Strootman dan yang paling baru yaitu gagal di dalam memperoleh kesepakatan dengan pihak Real Madrid untuk mengusungnya ke kubu Setan Merah.

Penadatangan yang terbaik dari hal tersebut yang diklakukan oleh Ed hingga sekarang ini baru menghadirkan sosok dari Marrouane Fellaini dari kubu Everton. Hal itu yang dinilai mencapai kata deal dikarenakan dinial lamban hingga terakhir resmi ditutupnya jedela transfer pemain di musim panas kali ini.

Sebagaimana yang dilansir di dalam media Inggris yaitu Express pada hari Rabu, baha keadaan hal tersebut telah mebuat posisi dari Ed Woodward tengah terancam dari kursi direksi di dalam kubu Manchester United dikarenakan lamban di dalam memuluskan proses perekrutan pemain tersebut.