Klub besar asal Perancis, Paris Saint Germain harus bersusah payah untuk menghadapi lawannya Ajaccio. Laga itu berakhir dengan skor imbang 1-1 setelah Edinson Cavani menjadi penyelamat PDG sebagai sebuah kekalahan.

Jika dilihat dari statistic pertandingan para pemain Paris Saint Germain mampu menguasai jalannya pertandingan dengan agregat 77 persen. Selain itu para pemain asuhan Laurent Blanc itu melesakkan 39 tembakan dengan 17 di antaranya mengarah ke gawang.mereka benar-benar mampu memegang kendali, tetapi sayang keberuntungan belum memihak padakita semua.

Padapertandingan yang berlangsung di Parc des Princes tersebut, Cavani  untuk pertama kalinya turun sebagai starter. Tetapi pemain yang dibeli mahal dari Napoli itu sulit sekali panas  hingga akhirnya mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-86.

“Kita mengambil risiko tapi kita bekerja dengan baik untuk bertahan dari kekalahan. Tantangannya adalah mengombinasikan Ibrahimovic dan Cavani. Jika kita berhasil, kita akan mencetak banyak gol,” jelas Laurent Blanc.

“Saya bahkan berencana tak memainkan Cavani sepanjang laga. Kita akhirnya mengambil risiko. Tantangan buat saya adalah mengombinasikan Zlatan dan Edinson. Jika sukses, kita bisa mencetak banyak gol,” kata Blanc.

Striker PSG yang dibeli dengan harga 63 juta euro saat didatangkan dari Napoli itu, menunjukkan tajinya dengan menyepak bola melengkung ke dalam gawang Ajaccio. Itulah gol pertamanya buat Le Parisien, setelah dalam debutnya minggu lalu hanya bermain di 20 menit terakhir melawan Montpellier, kala PSG ditahan imbang 1-1.

Pelatih Laurent Blanc mengaku tak berencana memainkan penuh Cavani. Namun keadaan memaksanya melakukan hal sebaliknya. Ia pun menanti kombinasi yang lebih mematikan dari Ibrahimovic dan  Cavani.

Jadi ini hanyalah kesalahan strategi saja daripelatih, PSG masih mempunyai banyak sekali penerangan jalan. Para pendukung PSG ingin melihat kembali timnya untuk tatap bermain dengan bagus dan meraih trofi yang ada.

Kala menjamu lawannya Montpellier PSG benar-benar tak diselimuti kata-kata keberuntungan. Pasalnya mereka tak mampu menciptakan gol yang banyak. Namun sebelum menit akhir pertandingan selesai akhirnya  Edinson Cavani mampu menyelamatkan muka PSG.