Andrey Arshavin kini mengungkapkan masa sulit yang ia alami bersama dengan Arsenal. Dirinya mengaku hampir saja mengalami depresi bersama Arsenal namun kini Andrey Arshavin  akan kembali bergabung ke Zenit St. Petersburg.

Andrey Arshavin  telah habis kontrak pada tanggal 1 Juli mendatang dan nampaknya si pemain akan resmi kenakan seragam Zenit lagi untuk ketiga kalinya setelah dirinya mnghabiskan masa pinjaman di musim lalu. Sebelumnya Andrey Arshavin  telah menyepakati kontrak selama dua tahun. Bersama dengan Zenit Andrey Arshavin mampu bermin scara cemerlng sehingga Arsenal berniat untuk meminjamnya kala itu.

Pada 2008 Andrey Arshavin  ditransefer sebagai pinjaman dengan nili transfer sebesar 15 juta pounds dan ni menjadi rekor untuk klubnya. Namun berjalannya waktu, karir Andrey Arshavin  di London Utara mulai mengalami penurunan, ia dat dapat bermin secara konsisten dalam laga yang dijalaninya, sehingga pada akhirnya pemain asal Rusia ini harus rela menjadi pemain yang selalu dibangku cadangkan hingga masa kontraknya habis.

Hal ini nampaknya karena pemain itu sendiri tak punya ambisi yang kuat untuk dapat bertahan di Inggris.  Keinnginannya untuk segera hengkang dari Inggris ia rasakan sejak Januari. Namun karena ia adalah seorang pemain  yang telah menandatangai kontrak maka ia harus menghabiskan musimnya itu di Inggris ditempat yang tak ia inginkan.

“Memang saya tak ingin bertahan lama-lama di Inggris, apa yang menjadi keinginan saya ini telah terpikirkan sejak Januari. Apa yang telah terjad sama sekali tak saya sesalkan karena pada kenyataannya memang saya harus segera pergi,” ungkap Arshavin.

Mengetahui bahwa dirinya akan menjadi penghuni dibangku cadangan memang situasi yang dirasa sangat sulit, bukan hanya untuk dirinya namun juga untuk semua pemain tentunya. Selama ini Andrey Arshavin trus ikut dalam latihan yang dijalnkan oleh Arsenal, namun kendati demikian dirinya tahu bahwa si pemain akan tetap menjadi pemain cadangan, dan inilah yang menjadi tekanan secara psikologi untuk Andrey Arshavin. Namun mentalnya cukup kuat sehingga ia tak perlu alami hal tersebut meski batinnya teriksa.