Di pandangan Presiden Juventus yaitu Andrea Agnelli, ia merasa bahwa pemain yang memiliki kualitas bintang harus mempunyai harga yang mahal adalah hal yang keliru.

Buktinya saja skaud I Bianconeri berhasil menghimpun tim yangsolid dan menjadi juara di ajang Serie A Italia dalam kurun wkatu 2 tahun berturut-turut tanpa mengeluarkan biaya yang besar.

“Saat ini dunia sepak bola Italia sedang melalui jalur yang keras. Belum lama ini saya telah mendefinisikan bahwa Serie A Italia sedang berada di dalam masa transisi, namun belum mencapai tujuannya,” tutur Agnelli.

“Ini harus segera diaplikasikan di keseluruhan sistem, karena bila kami menjadi liga yang ada di bagian tengah lewat masa transisi kami tidak akan bisa menarik perhatian pemain yang memiliki banderol harga €30, €40, atau pun €50 juta,” ujar Agnelli.

“Kita senang saat membuat definisi bahwa pemain seperti mereka adalah pemain bintang kendati mereka tak sukses di dalam skuad dan pemain bintang ini memiliki harga yang mahal,” papar Agnelli.

“Fernando Llorente yang akan segera hijrah ke Turin dengan status sebagai pemain bebas transfer memiliki klausul buy out sebesar €37 juta di dalam kontrak yang ia miliki. Jika kami berhasil memboyongnya di musim kemarin, mungkin saja ia akan dianggap sebagai pemain bintang, sementara jika ia didatangkan tanpa biaya apapun, saya merasa tak yakin jika ia diberi label seperti itu,” papar Agnelli.

“Hal yang saya maksudkan adalah, ini mengenai persoalan bagaimana sesuatu dilakukan. Jika saya menyaksikan transfer terbaik kami seperti Paul Pgba, Arturo Vidal, Andrea Pirlo dan juga Andrea Barzagli, kami memiliki investasi dengan total sebesar €14 juta dan dengan rerata sebesar €3 juta,” lanjut Agnelli.

“Jika kami memikirkan harus membelanjakan dana tanpa lewat perhitungan, maka hal tersebut tak benar adanya. Kami juga harus memiliki kesepakatan yang bagus seperti ini,” ucap Agnelli.

“Kami harus menimbang segala hal, saya hanya bisa memberi pujian atas kinerja Marotta, Nedved and Paratici (Para Direktur Juventus),” sahut Agnelli.